Rabu, 28 Mei 2014
Taeyeon Leader yang Hebat
Seorang gadis
berkulit putih duduk dibawah pohon yang rindang didekat sungai Han.
Pandangannya tertuju pada sebuah buku kecil yang dia pegang, tangannya menulis
satu persatu kata yang ada didalam hatinya.
Terkadang dalam sebuah pencapaian mimpi akan sangat
terasa berat dan melelahkan, kau mungkin akan merasa sangat tertekan dan ingin
lari darinya. Namun saat kau mengingat sudah seberapa jauh kau melangkah dan
ada keluargamu yang menantimu. Akankah kau melepaskannya? Tidak! Bertahanlah..
ada sisi baik dari itu semua.. percayalah..
“Taeyeon Unni” sapa
seorang namja yang berdiri didepan gadis itu. Sontak gadis menutup buku yang
sedang dia tulis. Tanpa melihatnya, dia sudah tau siapa namja yang berdiri saat
ini.
“Hm.. Baekhyun,wae?” kata gadis itu dingin.
“Ternyata unni sangat hafal dengan suaraku.” Baekhyun tersenyum malu.
“Bahkan aku sangat paham dengan teriakaanmu.”
“Hehe.. Choseomida.” Baekhyun mengusap kepalanya yang tidak gatal
“Duduklah..” Taeyeon mempersilahkan Baekhyun untuk duduk disebelahnya. Baekhyun adalah salah satu fans Taeyeon, hampir setiap hari saat dikantor SME Baekhyun slalu menyapa Taeyeon. Baekhyun dimata Taeyeon adalah seorang Dongsaeng atau adik baginya. Terkadang saat ada masalah dia slalu menceritakannya pada Taeyeon.
“Suasana disini sangat menyenangkan.” Baekhyun duduk dan menikmati suasana yang hangat disore hari yang cerah.
“Aku sudah mendengarnya.” Kata Taeyeon singkat dengan mata yang memandang jauh kedepan. Sedangkan Baekhyun menoleh, memandang wajah Taeyeon, dia tidak begitu mengerti apa yang Taeyeon katakan. Setelah terdiam memandang wajah Taeyeon beberapa menit, barulah Baekhyun mengerti apa yang ada dalam pikiran Taeyeon. Yaitu tentang keluarnya Kriss EXO M yang tiba-tiba.
“Aahh.. aku juga tak menyangkanya.” Kata Baekhyun sambil menarik nafas dan menyandarkan tubuhnya pada punggung kursi. Matanya menatap jauh keatas langit.
“Saat ini dia berada dalam posisi yang sulit.” Cetus Taeyeon
“........” Baekhyun masih terdiam dan menatap langit. “Kini EXO membenci Kriss, bahkan mereka menyindirnya lewat akun mereka.” Kata Baekhyun merasakasihan pada Kriss, dan dia bingung harus bagaimana. Memihak Kriss atau SM.
“Aku juga dulu pernah kabur saat masih trainee, hah..aku hampir mati berdiri.” Kata Taeyeon dengan senyum getir diwajahnya, dan menundukan pandangannya.
“Kau pasti begitu tertekan.”
“Saat aku pulang, Omma memberiku pilihan. Bertahan maka kau akan jadi bintang, atau pulang dengan penyesalan. Saat itu aku sadar bahwa ada banyak orang yang menantikan sinar ku, terutama Omma dan keluarga.” Taeyeon memang memliki sikap yang dingin, namun hatinya begitu hangat. Dan itulah yang membuat para fans, terutama Baekhyun sangat mengaggumi kepribadiaannya.
“Unni..” lirih Baekhyun dan menatap mata Taeyeon
“Kau ada dipihak yang benar, ikuti kata hatimu. Jika hatimu tidak nyaman katakanlah dan jika hatimu nyaman simpanlah dengan sebaik mungkin.” Pesan Taeyeon pada Baekhyun.
“Gomaweo Unni..”
“Kirimlah SMS pada Kriss. Ucapkanlah turut berduka atas kematian salah satu anggota keluarganya. Dan tetap jaga perasaan keluarga SME dan EXO. Ara?”
“Nde, arasho..” jawab Baekhyun singkat.
“Aku ada latihan untuk nanti malam” Taeyeon berdiri meninggalkan Baekhyun yang masih duduk. Dia akan mengisi salah satu acara music Mnet Contdown sebagai mc.
“Nde, gomaweosemida eonni.” Baekhyun bertrimakasih. Dia masih memikirkan cara untuk menyelesaikan wawancara nanti malam di Mnet Contdown. Dimana EXO akan promo singgele terbaru mereka.
“Hm.. Baekhyun,wae?” kata gadis itu dingin.
“Ternyata unni sangat hafal dengan suaraku.” Baekhyun tersenyum malu.
“Bahkan aku sangat paham dengan teriakaanmu.”
“Hehe.. Choseomida.” Baekhyun mengusap kepalanya yang tidak gatal
“Duduklah..” Taeyeon mempersilahkan Baekhyun untuk duduk disebelahnya. Baekhyun adalah salah satu fans Taeyeon, hampir setiap hari saat dikantor SME Baekhyun slalu menyapa Taeyeon. Baekhyun dimata Taeyeon adalah seorang Dongsaeng atau adik baginya. Terkadang saat ada masalah dia slalu menceritakannya pada Taeyeon.
“Suasana disini sangat menyenangkan.” Baekhyun duduk dan menikmati suasana yang hangat disore hari yang cerah.
“Aku sudah mendengarnya.” Kata Taeyeon singkat dengan mata yang memandang jauh kedepan. Sedangkan Baekhyun menoleh, memandang wajah Taeyeon, dia tidak begitu mengerti apa yang Taeyeon katakan. Setelah terdiam memandang wajah Taeyeon beberapa menit, barulah Baekhyun mengerti apa yang ada dalam pikiran Taeyeon. Yaitu tentang keluarnya Kriss EXO M yang tiba-tiba.
“Aahh.. aku juga tak menyangkanya.” Kata Baekhyun sambil menarik nafas dan menyandarkan tubuhnya pada punggung kursi. Matanya menatap jauh keatas langit.
“Saat ini dia berada dalam posisi yang sulit.” Cetus Taeyeon
“........” Baekhyun masih terdiam dan menatap langit. “Kini EXO membenci Kriss, bahkan mereka menyindirnya lewat akun mereka.” Kata Baekhyun merasakasihan pada Kriss, dan dia bingung harus bagaimana. Memihak Kriss atau SM.
“Aku juga dulu pernah kabur saat masih trainee, hah..aku hampir mati berdiri.” Kata Taeyeon dengan senyum getir diwajahnya, dan menundukan pandangannya.
“Kau pasti begitu tertekan.”
“Saat aku pulang, Omma memberiku pilihan. Bertahan maka kau akan jadi bintang, atau pulang dengan penyesalan. Saat itu aku sadar bahwa ada banyak orang yang menantikan sinar ku, terutama Omma dan keluarga.” Taeyeon memang memliki sikap yang dingin, namun hatinya begitu hangat. Dan itulah yang membuat para fans, terutama Baekhyun sangat mengaggumi kepribadiaannya.
“Unni..” lirih Baekhyun dan menatap mata Taeyeon
“Kau ada dipihak yang benar, ikuti kata hatimu. Jika hatimu tidak nyaman katakanlah dan jika hatimu nyaman simpanlah dengan sebaik mungkin.” Pesan Taeyeon pada Baekhyun.
“Gomaweo Unni..”
“Kirimlah SMS pada Kriss. Ucapkanlah turut berduka atas kematian salah satu anggota keluarganya. Dan tetap jaga perasaan keluarga SME dan EXO. Ara?”
“Nde, arasho..” jawab Baekhyun singkat.
“Aku ada latihan untuk nanti malam” Taeyeon berdiri meninggalkan Baekhyun yang masih duduk. Dia akan mengisi salah satu acara music Mnet Contdown sebagai mc.
“Nde, gomaweosemida eonni.” Baekhyun bertrimakasih. Dia masih memikirkan cara untuk menyelesaikan wawancara nanti malam di Mnet Contdown. Dimana EXO akan promo singgele terbaru mereka.
@ Dorm SNSD
Suasana dorm sangat sepi, hanya ada Sunny yang sedang istirahat di sofa. Wajahnya tampak kelelahan. Semua member SNSD memang sangat sibuk, selain bernyanyi mereka juga kerap membintangi sebuah iklan, majalah, bahkan beberapa ada yang bermain drama.
“Unni, kau sudah pulang?” kata Sunny dengan mata yang masih terpejam.
“Nde, beristirahatlah.” Kata Taeyeon singkat, dan segera menuju kamarnya takut mengganggu istirahat Sunny.
“Mereka sungguh bekerja keras.” Batin Taeyeon. Kini tubuhnya perlahan mulai dijatuhkan diatas kasur yang empuk nan nyaman. Matanya mulai terpejam, “aku akan tidur sebentar.” Katanya sambil memejamkan mata.
Beepp.. nada alaram Taeyeon berbunyi, namun Taeyeon tidak mendengarnya, tidurnya begitu nyenyak.
“Beepp.. beepp” hp-nya berdering. Dia masih tak mendengarnya. Tiba-tiba...
“Taeyeon.. taeyeon-ah..” Tiffany mengguncang-guncangkan tubuh Taeyeon untuk membangunkannya. “Bangun.. nanti kita telat!!” teriak Tiffany hingga membuat Taeyeon kaget dan langsung berdiri menuju kamar mandi untuk membersihkan wajah.
“Katakan pada manager hwang, aku akan segera turun.” Teriak Taeyeon dari kamar mandi.
“Nde, palli..” jawab Tiffany dan pergi kebawah setelah menyiapkan peralatan yang dia butuhkan.
“Dimana Taeyeon?!” tanya manager Hwang dengan nada geramnya.
“Sebentar lagi dia akan turun.” Jawab Tiffany segera.
“Aku disini.” Taeyeon lari menuruni tangga.
“Yak!! Taeyeon!! Aku sudah bilang, pasang alarammu. Kami hampir kehilangan waktu karena hal bodohmu!! Apa kau mengerti!!” manager Hwang sangat marah dengan kecerobohan yang Taeyeon buat.
“Kau itu Lider!! Apa kau mau memeberi contoh yang buruk pada member lainya Hah!!” tambahnya. Taeyeon hanya terdiam dan menunduk menyesali keteledorannya.
“Choseomnida, aku tidak akan mengulanginya.” Taeyeon membungkuk, meminta maaf pada manager. Mamber lain hanya dapat terdiam melihat mereka, tanpa mampu menolong bahkan membela Taeyeon.
“Haahh..” manager hwang memutar matanya. “aku hampir mati karena ini.” Kata manager hwang sambil menghela nafas.
“Choseomnida..” Taeyeon meminta maaf lagi. Kini matanya mulai memerah, tangannya mulai mengepal. Namun saat itu Sooyoung menggenggam tangan Taeyeon, memberi tahukannya untuk tetap tabah.
“........” Taeyeon menatap mata Sooyoung, dan Sooyoung pun mengangguk pasti. Yoona, datang mengelus punggung Taeyeon. Sementara Tiffany pergi mengmanager mengikuti manager Hwang.
Suasana dorm sangat sepi, hanya ada Sunny yang sedang istirahat di sofa. Wajahnya tampak kelelahan. Semua member SNSD memang sangat sibuk, selain bernyanyi mereka juga kerap membintangi sebuah iklan, majalah, bahkan beberapa ada yang bermain drama.
“Unni, kau sudah pulang?” kata Sunny dengan mata yang masih terpejam.
“Nde, beristirahatlah.” Kata Taeyeon singkat, dan segera menuju kamarnya takut mengganggu istirahat Sunny.
“Mereka sungguh bekerja keras.” Batin Taeyeon. Kini tubuhnya perlahan mulai dijatuhkan diatas kasur yang empuk nan nyaman. Matanya mulai terpejam, “aku akan tidur sebentar.” Katanya sambil memejamkan mata.
Beepp.. nada alaram Taeyeon berbunyi, namun Taeyeon tidak mendengarnya, tidurnya begitu nyenyak.
“Beepp.. beepp” hp-nya berdering. Dia masih tak mendengarnya. Tiba-tiba...
“Taeyeon.. taeyeon-ah..” Tiffany mengguncang-guncangkan tubuh Taeyeon untuk membangunkannya. “Bangun.. nanti kita telat!!” teriak Tiffany hingga membuat Taeyeon kaget dan langsung berdiri menuju kamar mandi untuk membersihkan wajah.
“Katakan pada manager hwang, aku akan segera turun.” Teriak Taeyeon dari kamar mandi.
“Nde, palli..” jawab Tiffany dan pergi kebawah setelah menyiapkan peralatan yang dia butuhkan.
“Dimana Taeyeon?!” tanya manager Hwang dengan nada geramnya.
“Sebentar lagi dia akan turun.” Jawab Tiffany segera.
“Aku disini.” Taeyeon lari menuruni tangga.
“Yak!! Taeyeon!! Aku sudah bilang, pasang alarammu. Kami hampir kehilangan waktu karena hal bodohmu!! Apa kau mengerti!!” manager Hwang sangat marah dengan kecerobohan yang Taeyeon buat.
“Kau itu Lider!! Apa kau mau memeberi contoh yang buruk pada member lainya Hah!!” tambahnya. Taeyeon hanya terdiam dan menunduk menyesali keteledorannya.
“Choseomnida, aku tidak akan mengulanginya.” Taeyeon membungkuk, meminta maaf pada manager. Mamber lain hanya dapat terdiam melihat mereka, tanpa mampu menolong bahkan membela Taeyeon.
“Haahh..” manager hwang memutar matanya. “aku hampir mati karena ini.” Kata manager hwang sambil menghela nafas.
“Choseomnida..” Taeyeon meminta maaf lagi. Kini matanya mulai memerah, tangannya mulai mengepal. Namun saat itu Sooyoung menggenggam tangan Taeyeon, memberi tahukannya untuk tetap tabah.
“........” Taeyeon menatap mata Sooyoung, dan Sooyoung pun mengangguk pasti. Yoona, datang mengelus punggung Taeyeon. Sementara Tiffany pergi mengmanager mengikuti manager Hwang.
Langganan:
Postingan (Atom)